Wamen PU Tinjau Bendung Gerak Pamarayan BaruPastikan Layanan Irigasi Optimal untuk Pertanian

Table of Contents

Kabupaten Serang.kilasbantennews.com
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, didampingi Direktur Bina Teknik SDA  Birendrajana, Kepala BBWS Cidanau Ciujung Cidurian Dedi Yudha Lesmana dan jajaran, serta Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Banten melakukan kunjungan lapangan ke 2 (dua) bendung di Kabupaten Serang Jumat, 29/8/ 2025.


Kunjungan diawali dengan meninjau Bendung Pamarayan Lama yang dibangun pada 1905 dan selesai pada 1925. Bendung bersejarah ini pernah dikunjungi Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno dan kini ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.
Meski sudah tidak difungsikan sebagai bendung aktif, Bendung Pamarayan Lama ramai dikunjungi masyarakat, khususnya pada akhir pekan. 

Wamen Pu dalam kunjungannya menyampaikan, Bendung Pamarayan Lama memiliki nilai sejarah yang yang tinggi sebagai warisan pembangunan irigasi sejak era kolonial, sehingga perlu dijaga kelestariannya.
“Struktur bendung harus dipastikan aman agar tidak menimbulkan risiko bagi pengunjung. Renovasi bisa dilakukan dengan upaya perkuatan,
bukan dengan menghancurkan bangunan aslinya,” ungkap Wamen PU.


Untuk itu, diperlukan koordinasi erat antara BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Kementerian Kebudayaan serta Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Banten, agar upaya pelestarian dan pemugaran dapat berjalan seimbang antara nilai sejarah dan aspek teknis.
Selanjutnya, Wamen PU meninjau Bendung Gerak Pamarayan Baru yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan,

 karena menjadi sumber utama suplai air irigasi bagi sekitar 17.000 hektare sawah di D.I. Ciujung. 
Bendung Gerak Pamarayan Baru juga berfungsi sebagai pengendali banjir yang mampu menahan debit puncak hingga 1.300 m³/detik sekaligus sebagai penyedia air baku untuk kebutuhan industri, maupun domestik. Dengan sistem pintu gerak yang dapat dinaikkan dan diturunkan, distribusi air dari bendung bisa diatur secara fleksibel sesuai kebutuhan.
Kepala BBWS C3 menjelaskan, pasokan air dari Bendungan Karian sebesar 19 m³/detik turut memperkuat layanan Pamarayan, dengan 2 m³/detik diantaranya dialokasikan untuk irigasi perpompaan dan pemeliharaan sungai. 
“Infrastruktur kita cukup andal, ada kegiatan rehabilitasi di beberapa titik saluran, namun tidak mempengaruhi layanan. Tantangan petani saat ini justru pada penggunaan bibit lama yang membuat indeks pertanaman baru mencapai 200%,” jelasnya.


Dalam dialog bersama petani, terungkap bahwa pengairan relatif lancar, namun peningkatan panen terkendala umur bibit padi yang panjang (95 hari). Untuk mencapai IP 300% dibutuhkan varietas baru yang lebih cepat panen sehingga diperlukan dukungan dari pemerintah daerah dan  Kementerian Pertanian. 

Yang tak kalah penting adalah memastikan operasi dan pemeliharaan bendung berjalan dengan baik sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat. Dengan dukungan sinergi pemerintah pusat, daerah, serta petani, produktivitas pertanian di D.I. Ciujung dapat terus ditingkatkan.pungkas 

(Kajir)