Diduga Minta Bayaran Ambulans Rp200 Ribu, Oknum Puskesmas Petir Disorot
Table of Contents
Serang Jumat tanggal 20/02/2026 Kinerja Puskesmas Petir kembali menjadi sorotan masyarakat setelah muncul dugaan adanya permintaan uang ambulans kepada keluarga pasien kritis yang hendak dirujuk ke RSUD Banten.
Dedi, salah satu keluarga pasien, menuturkan bahwa adiknya, Ida Farida (47), telah lama menderita sakit. Pada Jumat (22/02/2026), pihak keluarga meminta rujukan ke Puskesmas Petir untuk mendapatkan perawatan lanjutan di RSUD Banten.
Namun, saat meminta ambulans untuk mengantar pasien dalam kondisi darurat,
keluarga mengaku dimintai biaya sebesar Rp200 ribu. Karena tidak memiliki uang saat itu, keluarga akhirnya memilih menyewa ojek online untuk membawa pasien ke rumah sakit.
Peristiwa tersebut memicu reaksi dari Ketua Forum Aktivis Petir, Oman Sumantri. Ia mengecam keras dugaan tindakan oknum tersebut dan mendesak Pemerintah Kabupaten Serang untuk mengambil langkah tegas.
“Jika terbukti, oknum tersebut harus segera ditindak tegas. Bahkan bila perlu, jajaran pimpinan Puskesmas Petir dipindahkan. Jangan menunggu kemarahan masyarakat,” tegas Oman.
Menurutnya, puskesmas sebagai institusi layanan kesehatan milik pemerintah
seharusnya mengedepankan aspek kemanusiaan, bukan membebani masyarakat dengan pungutan yang tidak semestinya. Ia menilai praktik semacam itu bertentangan dengan upaya pemerintah
dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Agus dari Puskesmas Petir saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih melakukan penelusuran internal.
Ia menyebut kemungkinan terjadi kesalahpahaman atau miskomunikasi antara petugas dan keluarga pasien.
“Kami sedang menelusuri dan mengonfirmasi kepada petugas ambulans. Dikhawatirkan ada miskomunikasi,” ujarnya singkat.
Setelah komunikasi pihak UPT puskesmas petir Agus Kusuma memberikan keterangan ke media t menerangkan bahwa
1.ini perda yang berlaku di tempel di dinding PKM puskesmas
2 untuk pasien umum yah pak rujukan umum ke UGD yah pak
"Apakah pasien kritis harus membayar ambulan untuk di bawa ke RS. Dan apakah nyawa di Abaikan dulu setelah bayar apakah baru di bawa" ujar dedi
( tim-red)