Konsolidasi Mitra Perkuat Pelaksanaan MBG 3B di Banten
Table of Contents
Kota Serang .kilasbantennews.com— Pemerintah Provinsi Banten bersama Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Banten menggelar Konsolidasi Mitra Kerja dalam Penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Provinsi Banten pada Rabu, 4 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten Deden Apriandhi selaku Ketua Satgas MBG Provinsi Banten dan dihadiri unsur pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, TNI, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), serta mitra kerja lainnya.
Dalam sambutannya, Deden menyoroti dampak ekonomi dari keberadaan SPPG di berbagai wilayah Banten. Saat ini tercatat 1.081 titik SPPG telah terbentuk di provinsi Banten.
“Dari sisi tenaga kerja, satu SPPG menyerap sekitar 30 sampai 40 orang. Dengan 1.081 titik di Banten, berarti ada sekitar 40.000 orang yang mendapatkan pekerjaan,” ujar Deden.
Menurut dia, program MBG tidak hanya menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas gizi dan percepatan penurunan stunting, tetapi juga berkontribusi terhadap penggerakan ekonomi daerah.
“Program ini bukan hanya program jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, tetapi juga program jangka pendek untuk menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.
Selain aspek ekonomi, Deden menekankan pentingnya penguatan tata kelola data agar cakupan layanan MBG 3B dapat diperluas secara tepat sasaran. Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah ibu hamil di Banten tercatat 38.534 orang, ibu pascasalin 14.114 orang, dan bayi di bawah dua tahun sebanyak 60.768 anak.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra menyatakan bahwa konsolidasi tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional tersebut.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sebagai program prioritas nasional, dengan penekanan utama pada penguatan sistem pendataan sebagai fondasi keberhasilan program,” ujar Yuda.
Ia menegaskan bahwa integrasi dan sinkronisasi data antarinstansi menjadi kunci efektivitas pelaksanaan di lapangan.
“Penguatan koordinasi lintas sektor dalam pemanfaatan dan sinkronisasi data sasaran menjadi penting guna memastikan ketepatan target serta efektivitas distribusi program di setiap wilayah,” katanya.
Melalui konsolidasi ini, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diharapkan menyepakati mekanisme berbagi data serta langkah operasional yang terstandar agar pelaksanaan MBG 3B Tahun 2026 di Provinsi Banten berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan memberi manfaat nyata bagi ibu dan anak.(akan)