FAMS Tindaklanjuti Dugaan Permasalahan di SMA Negeri 1 Ciomas, Layangkan Surat ke Dindikbud Banten

Table of Contents


Serang,kilasbantennews.com-6 April 2026 — Forum Aktivis Muda Serang (FAMS) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengawal isu pendidikan di Banten. Setelah sebelumnya mengangkat dugaan permasalahan di SMA Negeri 1 Ciomas, FAMS kini resmi melayangkan surat kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Langkah ini dilakukan karena hingga saat ini pihak sekolah belum memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang telah beredar di publik. FAMS menilai sikap tersebut justru memperkuat dugaan adanya persoalan serius yang perlu ditindaklanjuti secara transparan.

Perwakilan FAMS, Sahroni, menyampaikan bahwa surat tersebut merupakan bentuk dorongan kepada pemerintah provinsi agar segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

“Kami sudah menunggu itikad baik dari pihak sekolah untuk memberikan klarifikasi, namun hingga kini belum ada respons. Oleh karena itu, kami meminta Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk segera melakukan penyelidikan,” ujar Sahroni.

Berdasarkan dokumen tanda terima surat, FAMS secara resmi mengajukan permohonan audiensi dan penanganan terhadap dugaan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut.

FAMS menegaskan bahwa langkah ini bukan semata kritik, melainkan bagian dari kontrol sosial demi terciptanya tata kelola pendidikan yang bersih, transparan, dan berpihak pada peserta didik.

Selain itu, FAMS juga mendesak agar pihak terkait tidak menutup-nutupi persoalan yang ada, serta memberikan perlindungan terhadap siswa yang diduga menjadi korban dari kebijakan yang tidak berpihak.

Sebelumnya, isu terkait dugaan permasalahan di sekolah tersebut telah mencuat di berbagai media, namun belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait. 

FAMS berharap langkah ini dapat menjadi pintu masuk bagi penegakan akuntabilitas di sektor pendidikan, khususnya di wilayah Banten.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan dan tindakan nyata dari pihak berwenang,” tegas Sahroni.(tim-red)