Inklusivitas Gender Jadi Magnet, SIG IX KOPRI PMII UIN SMH Banten Pecahkan Rekor Peserta Terbanyak

Table of Contents



SERANG,kilasbantennews.com 26 April 2026 – Korps PMII Putri (KOPRI) Komisariat UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten sukses menggelar agenda kaderisasi formal, Sekolah Islam Gender (SIG) Ke-IX. Kegiatan yang berlangsung pada 24-25 April 2026 di Pondok Pesantren Tahfidz YAN 3 Banten ini mencatatkan sejarah baru dengan jumlah partisipasi peserta tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Sebanyak 92 kader PMII hadir memadati ruang diskusi, menciptakan atmosfer intelektual yang hidup dalam membedah relasi gender. Menariknya, gelombang peserta kali ini tidak hanya didominasi oleh kader putri; partisipasi kader laki-laki pun terbilang cukup tinggi, menunjukkan bahwa kesadaran akan keadilan gender telah menjadi isu kolektif lintas gender di lingkungan PMII UIN SMH Banten. Menjawab Tantangan Perempuan Kontemporer


Dengan mengusung tema "Dialektika Gender dalam Perspektif Islam untuk Merespons Tantangan Sosial Perempuan Kontemporer", SIG IX ini dirancang sebagai respons atas kompleksitas masalah sosial yang dihadapi perempuan di era modern.


Ketua KOPRI Komisariat UIN SMH Banten, Yayu Fitri Baqiyatus Solihat, menegaskan bahwa kehadiran banyak kader laki-laki dalam forum ini merupakan sinyal positif bagi gerakan advokasi gender ke depan.


"Isu gender bukan hanya urusan perempuan. Kehadiran kader laki-laki yang cukup banyak dalam SIG IX ini membuktikan bahwa kita sedang membangun kesadaran kolektif. Kita butuh perspektif yang seimbang untuk menjawab tantangan sosial perempuan kontemporer melalui kacamata Islam yang progresif," ungkap Yayu.


Pencapaian Tertinggi Sepanjang Sejarah, lonjakan angka hingga 92 peserta ini menjadi prestasi tersendiri bagi kepengurusan tahun ini. 


Fitri Awaliyah, selaku Ketua Pelaksana, menyampaikan bahwa antusiasme ini di luar ekspektasi panitia namun telah dipersiapkan dengan matang secara teknis maupun substansi. 


"Alhamdulillah, ini adalah jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah SIG di Komisariat kami. Banyaknya peserta laki-laki juga memberi warna baru dalam sesi diskusi, di mana terjadi dialektika yang sangat dinamis antara perspektif maskulinitas dan feminitas dalam memahami teks keislaman dan realitas sosial," jelas Fitri.


Selama dua hari, para peserta dibekali materi mulai dari konsep dasar gender, sejarah gerakan perempuan, hingga strategi advokasi dalam perspektif Islam. Lokasi pesantren yang tenang di Tahfidz YAN 3 Banten memberikan ruang kontemplasi yang dalam bagi kader untuk mendalami materi.

SIG IX ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremonial, tetapi melahirkan kader - kader yang mampu mengikis bias gender di masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak - hak kemanusiaan yang berkeadilan.


Tentang KOPRI PMII Komisariat UIN SMH Banten wadah kaderisasi bagi perempuan di lingkup UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang bertekad mencetak kader militan, berwawasan luas, dan mampu mengintegrasikan nilai Islam dengan semangat kesetaraan gender. (Tim-Red)