Minat Wisata ke Baduy Tinggi, Pemprov Banten Dorong Transportasi Digital dan Terjangkau Lebak,
Serang: kilasbantennews.com_ Tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan Baduy, khususnya wilayah Jiboreget dan sekitarnya, mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi umum, termasuk melalui digitalisasi sistem pembayaran.
Dalam kunjungan tersebut, turut dilakukan kegiatan mumuluk atau sarapan bersama masyarakat Baduy.
Ini merupakan kali kedua kegiatan tersebut dilaksanakan. Salah satu hidangan khas yang disajikan adalah laksa Baduy, makanan tradisional yang memiliki makna khusus karena dibawa oleh masyarakat Baduy saat pelaksanaan Seba, setelah menjalani puasa selama tiga bulan Kawalu.
Laksa tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada pemimpin, sekaligus menjadi simbol kearifan lokal yang tetap terjaga hingga saat ini.
Pemerintah Provinsi Banten menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam mendorong digitalisasi pembayaran transportasi, khususnya menuju kawasan wisata. Langkah ini dinilai penting dalam meningkatkan aksesibilitas,
yang merupakan salah satu faktor utama dalam pengembangan sektor pariwisata.
“Dengan kemudahan pembayaran digital, diharapkan jumlah wisatawan akan semakin meningkat, sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujar perwakilan dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, pengembangan rute transportasi wisata juga diarahkan tidak hanya dari Serang, tetapi diperluas dari wilayah Tangerang Raya seperti Kota Tangerang, Tangerang Selatan, hingga kawasan strategis seperti BSD, Alam Sutera, dan Bintaro Jaya. Wilayah ini dinilai memiliki potensi pasar yang besar, termasuk wisatawan dari Jakarta.
Bank Indonesia bersama mitra daerah juga menyatakan kesiapan untuk mereplikasi program ini ke jalur wisata lainnya, seperti menuju kawasan Sawarna.
Sebagai bagian dari promosi, diberlakukan program tarif khusus sebesar Rp1 pada akhir pekan selama periode 26 April hingga 31 Mei. Di luar periode tersebut, tarif normal yang disubsidi ditetapkan sebesar Rp25.000.
Untuk saat ini, tersedia dua armada yang melayani rute menuju Baduy dengan jadwal keberangkatan pagi hari, yakni pukul 05.30 dan 06.00 WIB, serta jadwal kembali pada siang hari.
Rute perjalanan melintasi beberapa titik, di antaranya Sajira, Cipanas, hingga Ciboleger, sebagai akses utama menuju kawasan Baduy.
Sistem pembayaran telah menggunakan QRIS dan dapat diakses oleh berbagai bank, sehingga memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.
Berdasarkan data, dari total 60 juta pengguna QRIS di Indonesia, sebanyak 3 juta berasal dari Provinsi Banten. Angka ini dinilai cukup besar dan menjadi potensi untuk terus dikembangkan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis digital.
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan sektor pariwisata Banten semakin berkembang dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan:(red: uum)
