PERKUAT TRNSFARASI AKUNTABILITAS MENEJEMEN PAPARKAN BISNIS 2025
Serang:kilasbantennews.com_ Dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja, telah dilaksanakan kegiatan pemaparan kinerja dan pencapaian bisnis tahun 2025 yang dihadiri oleh jajaran direksi serta manajemen.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Muhammad Bustami selaku Direktur Kepatuhan, Yoko Geriato sebagai Direktur Bisnis, Aslam Priyadi sebagai Direktur Pembangunan, serta Borbasi Basuki. Kegiatan dipandu oleh Salvo Radakot yang membuka jalannya acara sekaligus memandu sesi diskusi dan tanya jawab.
Dalam pemaparannya,
Pada hari Selasa tgl 28/04/2026 bertempat di pendopo gubernur. manajemen menyampaikan sejumlah poin utama yang meliputi aspek regulasi, transformasi bisnis, distribusi, serta pengembangan produk dan layanan. Selain itu, turut disampaikan capaian kinerja serta arah strategi bisnis ke depan.
Salah satu hal penting yang disampaikan adalah keterlibatan Bank Jatim sebagai pemegang saham, yang merupakan konsekuensi dari ketentuan dalam regulasi OJK Nomor 12 Tahun 2020 terkait Kelompok Usaha Bank (KUB). Dalam skema ini, Bank Jatim bertindak sebagai bank induk yang memiliki kewajiban penyertaan modal kepada bank daerah.
Dijelaskan bahwa proses kepemilikan saham dilakukan melalui mekanisme pasar sekunder. Hingga akhir Desember 2025,
komposisi kepemilikan saham masih didominasi oleh Pemerintah Provinsi dengan porsi sebesar 66,11 persen.
Lebih lanjut, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun 2026, terdapat perubahan dalam susunan komisaris dan direksi. Penambahan terjadi pada jajaran komisaris perwakilan, yaitu Dede Nafrihan Nisek. Selain itu, terdapat pergantian pada posisi Direktur Bisnis yang kini dijabat oleh Salmi Kiadi, serta Direktur Operasional oleh Purwaji Masuki. Sementara itu, posisi komisaris independen masih dalam proses pengisian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula gambaran umum kondisi ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,19 persen, sementara pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,37 persen. Capaian ini didorong oleh peningkatan mobilitas serta investasi yang terus berkembang.
Daerah tersebut dinilai memiliki berbagai potensi ekonomi yang besar, mulai dari sektor industri, perdagangan, keuangan syariah, pariwisata, hingga aktivitas ekonomi daerah lainnya. Selain itu, peran ASN, pelaku UMKM, proyek AP GKBD, BPR, serta koperasi juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan berbagai potensi tersebut, diharapkan dapat terus dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab institusi sebagai penggerak pembangunan ekonomi daerah. (Red: uum)

