Reboisasi Gunung Pulosari Akan Dilaksanakan, Melalui Pendakian Villa Emas Pulosari
Table of Contents
Pandeglang,kilasbantennews.com-Reboisasi Pulosari Lestari, itu lah tema yang akan di selenggarakan pada tanggal 19/04/2026, oleh Villa Emas Pulosari dan segenap jajaran steak holder yang ada di Kabupaten Serta Kecamatan Pulosari.
Tujuannya jelas, mengembalikan keseimbangan ekosistem, mengurangi erosi tanah, meningkatkan kualitas udara, menyediakan habitat bagi satwa liar, mengurangi dampak perubahan iklim.
Kegiatan menanam pohon lokal yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat, tak lain adalah target program yang akan di lakukan oleh Villa Emas Pulosari.
Menurut H. Jumroni, saat di adakanya rapat persiapan acara reboisasi, " kegiatan rapat ini tak lain adalah mempersiapkan, segala sesuatunya. Dan kegiatan rapat persiapan sangat memerlukan banyak keterlibatan, baik masyarakat, pencipnta alam, kelompok sadar lingkungan, dan juga para pengambil kebijakan yang ada di Kabupaten Pandeglang, khususnya Kecamatan Pulosari," ucapnya.
H. Jumroni juga mengatakan dengan acara reboisasi adalah upaya penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat," intinya kami akan lakukan kegiatan ini agar bisa berkontribusi terhadap alam, sebab jika kita mencintainya, alam juga akan menjaga kulturnya untuk kita semua," ujarnya.
Selain itu, reboisasi juga dapat membantu, meningkatkan kualitas air, dan bakalnya Pohon membantu menyerap air hujan dan mengurangi risiko banjir," sebetulnya banyak manfaat dari apa yang bakal kita kerjakan, tentang reboisasi. Kegiatan reboisasi dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan, dan meningkatkan ekonomi lokal," tuturnya.
Reboisasi Gunung Pulosari adalah upaya penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Maka kewajiban tersebut menjadi barometer bagi Villa Emas Pulosari pamengker dan masyarakat di bawah kaki gunung melaksanakan kegiatan tersebut.
H. Jumroni juga menegaskan, manfaat reboisasi bagi masyarakat sekitar. Dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal melalui kegiatan penanaman, perawatan, dan pengelolaan hutan Gunung,
"masyarakat dapat memanfaatkan hasil hutan Gunung non-kayu, seperti buah-buahan, jamu-jamuan, dan kayu bakar. Reboisasi juga dapat meningkatkan kualitas udara, air, dan tanah, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat," tegasnya.
Kegiatan ini berfokus pada penanaman pohon kayu keras endemik lokal Indonesia sebagai upaya mengembalikan keseimbangan ekosistem, mencegah degradasi hutan akibat praktik monokultur, serta memperkecil potensi konflik antara manusia dan satwa liar akibat hilangnya habitat dan sumber pakan alami.
Selain aksi penanaman, kegiatan ini juga akan diisi dengan edukasi lingkungan bersama praktisi dan tokoh konservasi, guna membangun kesadaran kolektif—khususnya bagi generasi muda—tentang pentingnya menjaga kelestarian alam," Reboisasi Pulosari Lestari, bagian dari program Green Safety Initiative. Maka kami mengundang kepada semua, untuk ikut berpartisipasi," tutupnya.
Hal lain juga di ungkapkan oleh Penjabat Kecamatan Pulosari jika dirinya mendukung adanya kegiatan tersebut," kami selaku kepala wilayah, menyambut baik kegiatan reboisasi/penanaman pohon, khususnya pohon/vegetasi langka yang akan ditanam di Gunung Pulosari sebanyak 4000 pohon," ungkap Gimas Rahadyan
Menurutnya juga, hal ini sejalan dengan harapannya," Gunung Pulosari sebagai Kawasan Konservasi Hutan Hayati yang tidak hanya dikelola melalui aktivitas pariwisata yang bermanfaat bagi ekonomi masyarakat sekitar, tetapi juga dipelihara melalui penananaman pohon sebagai daerah resapan air dan sumber air utama masyarakat di Kecamatan Pulosari desa Cilentung dan wilayah sekitarnya," pungkasnya.
(Pin/tim)