DPR RI dan Media Didorong Lebih Kritis, Kolaborasi Jangan Sekadar Seremonial

Table of Contents




Banten  06/05/2026 — kilasbantennews.com Forum Komunikasi dan Sosialisasi Energi DPR RI  yang dihadiri oleh Kepala Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI. Perwakilan Biro Pemberitaan Parlemen. Wakil Gubernur Banten. Humas, dan Sistem Informasi Setjen MPR RI. Para Pejabat. Serta para rekan jurnalis.


Acara yang  digelar di Banten menegaskan pentingnya kolaborasi antara DPR RI dan media dalam mengawal aspirasi rakyat. 


Namun, forum ini juga mengingatkan bahwa kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.


Kegiatan yang dihadiri sekitar 70 peserta dari kalangan jurnalis, perwakilan lembaga, dan mitra kerja ini mengangkat tema “Kolaborasi DPR RI dan Media dalam Mengawal Aspirasi Rakyat secara Konstruktif dan Berimbang.”


Dalam forum tersebut, sejumlah peserta menyoroti bahwa peran media tidak cukup hanya sebagai penyampai informasi, tetapi harus mampu menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan publik secara kritis dan independen.



Dr. Muhammad Najib Ibrohim, S.A.G.M.H, selaku biro pemberitaan parlemen sekjen DPR RI, mengatakan,

“Kolaborasi ini harus menghasilkan dampak nyata. Media tidak boleh kehilangan daya kritisnya, dan DPR RI juga harus terbuka terhadap pengawasan,” menjadi salah satu penekanan dalam diskusi.


Selain menjadi ruang dialog, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat relasi antara DPR RI, pemerintah daerah, dan insan pers. 


Namun demikian, muncul harapan agar forum semacam ini ke depan lebih substansial, tidak sekadar menjadi agenda rutin tanpa tindak lanjut yang jelas.


Peserta juga menyoroti pentingnya transparansi informasi publik serta akses yang lebih luas bagi media dalam mengawal isu-isu strategis, termasuk kebijakan energi dan pembangunan daerah.

Di sisi lain, penyelenggara menyampaikan komitmen untuk memperluas jangkauan kegiatan serupa, baik dari sisi jumlah peserta maupun lokasi pelaksanaan, agar diskursus yang dibangun lebih inklusif dan berdampak.


Wakil Gubernur mengatakan, Kegiatan ini diharapkan tidak hanya

 memperkuat hubungan antara DPR RI dan media, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas demokrasi melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.

Penutup

Kolaborasi DPR RI dan media hanya akan bermakna jika disertai komitmen pada transparansi, kritik yang sehat, dan keberpihakan pada aspirasi rakyat—bukan sekadar seremon. (Red: Uum)