HUT ke-22 Kecamatan Gunungsari Harus Jadi Momentum Evaluasi dan Perbaikan Nyata

Table of Contents




Serang, kilasbantennews.com Mei 2026 — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kecamatan Gunungsari dinilai tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial dan perayaan semata. Masyarakat berharap usia ke-22 ini menjadi titik evaluasi dan perbaikan nyata terhadap berbagai persoalan yang masih dirasakan warga hingga saat ini.


Hal tersebut disampaikan oleh Irwan selaku masyarakat dan pemuda peduli daerah. Menurutnya, masih banyak persoalan mendasar yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan maupun instansi terkait demi terciptanya pelayanan dan pembangunan yang lebih baik di Kecamatan Gunungsari.


“Perayaan HUT tentu patut diapresiasi sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan. Namun di sisi lain, pemerintah juga harus menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat,” ujar Irwan.


Ia menyoroti beberapa persoalan yang hingga kini masih menjadi keluhan masyarakat, di antaranya minimnya penerangan jalan di sejumlah titik jalan utama maupun jalan poros desa. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan serta gangguan keamanan pada malam hari.


Selain itu, Irwan juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap izin dan pengawasan peternakan ayam yang dinilai menimbulkan dampak lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar akibat bau tidak sedap.


“Kami berharap ada ketegasan dari pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap usaha peternakan agar kepentingan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.


Persoalan keamanan dan ketertiban juga turut menjadi perhatian. Menurutnya, pelayanan Polsektor di wilayah Gunungsari masih perlu ditingkatkan agar masyarakat mendapatkan rasa aman serta respons yang cepat terhadap berbagai persoalan di lingkungan.


Tidak hanya itu, pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Gunungsari juga dinilai perlu dimaksimalkan, baik dari sisi fasilitas, tenaga kesehatan, maupun kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat.


Irwan menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya terlihat saat momentum perayaan tahunan.


“HUT ke-22 Kecamatan Gunungsari seharusnya menjadi momentum introspeksi bersama. Gunungsari tidak cukup hanya meriah dalam perayaan, tetapi harus nyata dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat,” pungkasnya.


(Tim-Red)