Mufariz, Fresh Graduate Asal Kabupaten Serang, Soroti Pendidikan, Pariwisata, dan Tambang Pasir dalam Diskusi Publik

Table of Contents




Kabupaten Serang.kilasbantennews.com — Dalam kegiatan Diskusi Publik bertajuk “Menjembatani Pertumbuhan Investasi dengan Kesejahteraan Masyarakat Menuju Kabupaten Serang Bahagia” Mufariz, seorang fresh graduate asal Kabupaten Serang, menyampaikan sejumlah pandangan kritis terkait isu pendidikan, pariwisata, hingga lingkungan hidup.


Dalam forum tersebut, Fariz menyoroti fokus pemerintah yang saat ini menempatkan program MBG sebagai prioritas utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, langkah tersebut belum sepenuhnya menjadi solusi yang tepat apabila hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan siswa tanpa diimbangi peningkatan kualitas pendidikan.


“Ketika kuantitas dapur MBG terus diperbanyak, siswa-siswi hanya akan dikenyangkan oleh makanan dan bukan dikenyangkan oleh wawasan,” ujar Fariz dalam penyampaiannya.


Ia menilai bahwa langkah yang lebih mendesak untuk dilakukan pemerintah adalah memperbaiki kualitas pendidikan secara menyeluruh, termasuk memberikan perhatian serius terhadap tenaga kependidikan serta menciptakan pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.


Selain isu pendidikan, Fariz juga menyoroti sektor pariwisata lokal, khususnya destinasi wisata Pantai Anyer. Ia mengapresiasi upaya promosi digital yang dilakukan pemerintah melalui sektor komunikasi dan informasi, namun menurutnya masih terdapat berbagai persoalan di lapangan yang menghambat kenyamanan wisatawan.


Fariz menyebut praktik pungutan liar (pungli) serta berbagai pelayanan yang kurang berkenan masih menjadi keluhan utama para pengunjung. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak buruk terhadap citra pariwisata lokal apabila tidak segera ditangani secara serius.


“Promosi wisata memang penting, tetapi kenyamanan dan keamanan wisatawan juga harus menjadi prioritas agar citra pariwisata daerah tetap baik di mata masyarakat luas,” tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Fariz turut mempertanyakan aktivitas operasional tambang pasir yang terjadi di wilayah Palka. Menurutnya, perhatian terhadap isu nasional tidak boleh membuat masyarakat menutup mata terhadap persoalan lingkungan di daerah sendiri.


Ia menilai aktivitas tambang pasir yang terus berlangsung berpotensi menggerus kekayaan alam daerah serta menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar apabila tidak diawasi dengan ketat.


“Kita mungkin sedang difokuskan pada berbagai isu nasional, tetapi kita juga harus membuka mata terhadap kondisi lingkungan sekitar. Aktivitas tambang pasir di Palka sedikit demi sedikit dapat merusak lingkungan dan mengganggu masyarakat,” tegasnya.


Melalui forum diskusi tersebut, Fariz berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat lebih terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, demi terciptanya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga kesejahteraan sosial, pendidikan, pariwisata yang sehat, dan kelestarian lingkungan. (Tim-Red)