Projek Revitalisasi SMPN 1 Pamarayan Diduga Asal jadi Standar Spesifikasi matrial menjadi pertanyaan

Table of Contents




Serang Banten -- Kilasbantennews.com


Serang Banten ]  Projek Revitalisasi SMPN 1 Pamarayan Diduga Tidak sesuai spesifikasi salah satu nya dari segi matrial yang memakai Besi banci , terus juga mengabaikan k3 seperti yang terlihat dilapangan pada Rabu 20/05/2026 saat awak media infestisigasi di lokasi kajian yang kita lihat dilapangan sangat banyak adanya dugaan yang menyelimpang dari apa yang sudah  tertuang di dalam papan informasi pekerjaan ( PIP ) .


FR '' Selaku aktifisi muda Banten angkat Bicara  Dengan adanya temuan di projek yang dana nya bersumber dari APBN Tahun 2026 Dengan pagu anggaran Rp.2.382.389.000

( Dua milyar tiga ratus Delapan dua juta Tiga Ratus Delapan puluh Sembilan Ribu Rupiah ) Bahkan didalam papan informasi tak tertuang pelaksana yang mengerjakan pembangunan Refitalisasi sekolah dan tak ada pengawasan dari konsultan ,ini sudah jelas akan adanya kongkolingkong  demi mendapatkan. Keuntungan besar " karna pengawas tidak ada  untuk memastikan jenis matrial dan spesifikasi pembangunan yang optimal .


Seperti yang diutarakan oleh AM  salah satu pekerja mengatakan Kepada awak media bahwasanya adanya  kejanggalan ' seperti  salah satu nya adalah upah pekerja belum dijelaskan secara detail ,untk petukang berapa dan untk kenek berapa bahkan itupun dibayar tidak sesuai kesepakatan dan tidak tepat waktu ,kita mau mengadupun bingung kepada siapa karna kita juga tidak tahu siapa " pelaksana pekerjaan dan konsultan pengawas hanya bisa komunikasi dengan pak  mandor , itupun beliau jarang datang kelokasi.


Lanjut FR" masa pembangunan yang nominal nya sangat  besar seperti ini tidak tercantum penanggung jawab pembangunan seperti  CV atupun PT yang bisa di konfirmasi untk dimintai keteranganya ,karna dilihat dari segi matrial  besi , semen , bahkan galian untk pencakar ayam /slub sangat dangkal diperkirakan sekitaran 20 - 30 Cm apakah ini bisa menjamin seberapa kuatnya bangunan tersebut.


Alat pelindung diri ( APD ) yang sudah jelas diutamakan untk para pekerja pun terlihat tidak  dipakai Apa memang tak di bekali oleh pelaksana ,Dugaan kami pembangunan ini terkesan terburu buru dan tidak sesuai standar operasional dan prosedur  dan terlihat asal jadi.


Lanjut FR " secepat nya kita akan konfirmasi kepada dinas terkait dan akan mengadukan  akan adanya beberapa temuan dan kejanggalan jika memang tak direspon secara berkala kita akan mengadakan unjuk rasa demi meminta keterbukaan publik dan menyerahkan laporan dugaan ( LAPDU ) kepada aparatur penegak hukum ( APH ) agar segera di periksa kebenaranya dengan bekal dokumentasi yang yang sudah kita kantongi, 

Sampai dengan berita ini terbit pihak pelaksana ataupun dinas terkait belum dapat di konfirmasi 

( Tim-Red)