Warga dan Pedagang Geram, Gardu Sementara di Pasar Panimbang Masih Minim K3, Komitmen Keselamatan ULP PLN Labuan Dipertanyakan

Table of Contents





PANDEGLANG, kilasbantennews.com . Keluhan masyarakat terhadap keberadaan gardu sementara milik ULP PLN Labuan di Jalan Raya Pasar Panimbang, tepatnya di depan Alfamart Pasar Panimbang, Desa Panimbang, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, terus bermunculan. Warga dan para pedagang mengaku geram karena hingga kini gardu sementara tersebut masih berada di lokasi dengan pengamanan yang dinilai belum memadai.



Keberadaan gardu sementara di kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat tersebut memicu kekhawatiran terkait aspek keselamatan. Lokasinya yang berada di tepi jalan raya dan dekat dengan area perdagangan membuat warga mempertanyakan standar pengamanan yang diterapkan selama gardu tersebut beroperasi.



Kekhawatiran juga disampaikan oleh salah seorang warga setempat yang menyayangkan masih minimnya pengamanan pada gardu sementara tersebut. Menurutnya, keberadaan gardu di lokasi yang ramai aktivitas masyarakat berpotensi menimbulkan risiko apabila tidak segera dilakukan pengamanan yang memadai.



"Saya menyayangkan kondisi seperti ini. Kami khawatir apabila terjadi gangguan teknis yang tidak diinginkan. Di waktu subuh banyak pedagang kaki lima yang berjualan dan menggelar dagangan di sekitar lokasi. Kasihan kalau sampai terjadi sesuatu. Menurut saya posisi gardu di situ belum terlihat aman dan perlu segera ditangani," ungkap warga kepada wartawan.



Warga lainnya juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka menegaskan bahwa yang dipersoalkan bukan pelayanan kelistrikan PLN, melainkan aspek keselamatan masyarakat yang dinilai harus menjadi prioritas utama.



"Bukan menolak pelayanan PLN, tetapi keselamatan masyarakat juga harus diperhatikan. Setiap hari banyak orang lalu lalang di sini, termasuk anak-anak dan pedagang," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.



Sorotan masyarakat semakin menguat setelah Amin, Koordinator Lapangan Wilayah Pandeglang yang mengaku sebagai mitra ULP PLN Labuan, menyampaikan bahwa aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada gardu sementara tersebut memang belum maksimal.



"Untuk safety atau K3 pengaman gardu sementara yang ada di Pasar Panimbang memang belum maksimal atau belum sesuai aturan. Kami mohon maaf atas belum maksimalnya penerapan K3 tersebut," ujar Amin saat memberikan klarifikasi.



Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik karena menunjukkan adanya pengakuan bahwa pengamanan gardu sementara yang berada di area publik masih memerlukan pembenahan.



Selain itu, Amin juga menjelaskan bahwa gardu sementara tersebut telah berada di lokasi dalam waktu yang cukup lama karena belum tersedianya trafo pengganti yang akan dipasang.



"Keberadaan gardu sementara tersebut memang sudah lumayan lama, dikarenakan belum ada pengganti untuk trafo yang baru," katanya.



Bagi warga dan pedagang sekitar, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab kekhawatiran mereka. Masyarakat menilai keterbatasan peralatan atau belum tersedianya trafo pengganti tidak boleh mengurangi standar keselamatan yang wajib diterapkan pada instalasi ketenagalistrikan yang berada di ruang publik.



Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kabupaten Pandeglang, Jaka Somantri, menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius pihak ULP PLN Labuan.



"Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jika memang ada pengakuan bahwa K3 belum maksimal, maka perlu segera dilakukan pembenahan dan pengamanan tambahan agar masyarakat tidak terus-menerus diliputi rasa khawatir," ujarnya.



Menurutnya, keberadaan gardu sementara di kawasan pasar yang ramai aktivitas warga semestinya diikuti dengan langkah-langkah pengamanan yang optimal, baik berupa pagar pengaman, pembatas area, rambu-rambu peringatan bahaya listrik, maupun pengawasan yang memadai.



Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Koordinator ULP PLN Labuan yang telah dimintai konfirmasi dan klarifikasi terkait keluhan masyarakat serta pengakuan mengenai belum maksimalnya penerapan K3 belum memberikan tanggapan resmi.



Belum adanya penjelasan resmi dari pihak ULP PLN Labuan semakin menambah perhatian publik terhadap persoalan tersebut. Warga berharap PLN segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan pengamanan dan memberikan kepastian mengenai rencana penggantian trafo agar gardu sementara tidak terus berada di lokasi yang dinilai rawan.



Masyarakat menegaskan bahwa pelayanan kelistrikan merupakan kebutuhan penting, namun keselamatan warga, pedagang, dan pengguna jalan harus tetap menjadi prioritas yang tidak dapat diabaikan. 


(Tim-Red)