Dari Kebun ke Pasar Modern: KUKERTA 69 UIN SMH Banten Dorong Inovasi Emping Melinjo Desa Ciwarna
Mancak, kilasbantennews.com 28 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Kelompok 69 Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten menggelar Seminar “Inovasi Produk Emping Melinjo: Dari Camilan Tradisional Menjadi Produk Premium dengan Kemasan Menarik” di Posko KUKERTA Kampung Ciwindu, Desa Ciwarna, Kecamatan Mancak, Selasa (28/7). Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat, khususnya para pelaku usaha emping melinjo di Kampung Ciwindu.
Seminar ini menjadi lanjutan dari program sebelumnya yang membahas optimalisasi kebun melinjo dan pencegahan hama. Jika sebelumnya masyarakat diajak menjaga kualitas hasil panen, kali ini fokus kegiatan diarahkan pada pengolahan hasil melinjo agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Kegiatan berlangsung di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Aspandi, Lc., M.H. Materi disampaikan oleh tiga mahasiswa KUKERTA Kelompok 69, yaitu Della Alzena (Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam), Fauzi Ridwan Saputro (Program Studi Bahasa dan Sastra Arab), serta Khoirul Annisa (Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam).
Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya melakukan inovasi pada produk emping melinjo. Materi yang disampaikan meliputi pengembangan variasi rasa, peningkatan kualitas produk, pemilihan kemasan yang menarik, hingga cara membangun identitas produk melalui branding dan pemasaran digital. Melalui inovasi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya menjual emping sebagai produk tradisional, tetapi juga mampu menghadirkan produk yang lebih menarik dan memiliki nilai tambah.
Suasana seminar berlangsung interaktif. Warga tampak antusias mengikuti setiap sesi dan aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari teknik pengemasan, penentuan harga, hingga cara memasarkan produk kepada konsumen yang lebih luas. Berbagai pengalaman yang dibagikan peserta juga menjadi bahan diskusi bersama untuk mencari solusi yang sesuai dengan kondisi usaha mereka.
Melalui kegiatan ini, KUKERTA Kelompok 69 UIN SMH Banten berharap para pelaku usaha emping melinjo di Desa Ciwarna semakin percaya diri mengembangkan produknya. Inovasi yang sederhana, seperti memperbaiki kemasan atau memperluas pemasaran, diharapkan dapat meningkatkan nilai jual emping melinjo sekaligus menambah pendapatan masyarakat.
Program ini juga menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendampingan yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki Desa Ciwarna, diharapkan emping melinjo tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan menjadi salah satu produk unggulan desa.
(Misbak)
