Diduga tercoreng dengan adanya buka tutup sistem penerimaan murid baru (SPMB)
Cilegon, kilasbantennews.com - Dunia pendidikan di kota Cilegon kembali tercoreng dengan adanya buka tutup sistem penerimaan murid baru (SPMB) ditingkat Sekolah menengah pertama (SMP) yang di sinyalir bobrok dan terkesan pilih kasih.
Berdasarkan pantauan awak media Senin 06/07/2026. Terlihat jelas di Salah satu sekolah ternama yang ada di kota Cilegon banyak para Walid murid yang sedang melakukan daftar ulang di sekolahan tersebut, Kendati Penerimaan dan daftar ulang sudah berakhir.
Kepada awak media salah seorang wali murid yang nama nya enggan disebut mengeluh kan anaknya yang tidak di Terima di salah satu sekolah SMP yang ada cilegon, namun keluhan tersebut berubah menjadi tanda tanya besar ?
Pasalnya, banyak dari teman anak nya yang semula sama sudah di tolak di salah satu sekolah ternama yang ada di cilegon, namun bisa masuk kembali dan malah sudah ikut daftar ulang sedangkan anak nya kini harus menerima ketidakadilan, bahkan seperti sudah teroganisir secara sistematis.
"Saya pasrah kalo emang anak saya tidak diterima, tapi saya kecewa dan sakit hati ketika yang lain juga di tolak namun kini diterima kembali dan bisa masuk di sekolahan yang sama, dan kenapa anak saya tidak bisa?
Ungkapnya dengan nada kesal.
Hal senada juga di sampaikan Wali Murid lainnya yang anak nya harus kegeser dari sekolah pilihan tersebut, "iya kang anak saya juga sama tidak diterima di smpn 1, tapi anehnya teman dari anak saya juga sama awal nya tidak diterima tapi kok sekarang diterima kembali di smpn 1 dan bahkan dia sudah dapat link untuk daftar ulang, setelah saya cek di link tersebut ternyata ada 26 nama siswa. Ini ada apa dengan dinas pendidikan kok seperti pilih kasih yah," Ungkapnya dengan rasa kecewa.
"Saya sih awal nya pasrah kang kalo memang anak saya tidak di Terima tapi disini yang bikin saya kecewa kenapa yang lain bisa diterima padahal saya tau 26 nama siswa tersebut awal nya sama posisi nya sudah di tolak, yah kalo memang sudah di tutup dan di tolak kenapa di buka kembali dan mirisnya hanya segelintir orang saja yang bisa diterima kembali," Tambahnya.
Selain itu Saya juga mendapatkan informasi banyak kemarin siswa yang masuk di beberapa sekolahan ternama tersebut sebagian besar berasal dari titipan-titipan para oknum-oknum pejabat mulai dari tingkat RT, RW, Lurah, Camat, hingga anggota dewan," Bebernya.
Apakah karna banyaknya titipan sehingga anak saya beserta para wali murid yang anak nya senasib dengan anak saya harus pasrah dan menerima ke dzoliman dari para penguasa sehingga siswa yang memang tidak mampu dan berprestasi harus ketendang dari sekolah Negeri pilihan nya.
Sementara itu kepala dinas pendidikan kota Cilegon Dra. Hj. Heni Anita Susila, M.Pd. saat ingin di konfirmasi di ruang nya terkesan tertutup dan seperti alergi dengan wartawan. (Tim-Red)
