Warga Keluhkan Dugaan Aktivitas Pengelolaan Limbah di Dekat SDN Baluk, Minta Pemerintah Turun Tangan

Table of Contents

SERANG.kilasbantennews.com – Guru dan sejumlah orang tua murid SD Negeri Baluk, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, mengaku khawatir dengan keberadaan sebuah lapak yang diduga menjadi lokasi penampungan limbah lingkungan sekolah.


Mereka menilai aktivitas di lokasi tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar serta dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan siswa apabila benar terdapat pengelolaan limbah yang tidak sesuai ketentuan.


Seorang guru SDN Baluk yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kerap mencium bau menyengat yang diduga berasal dari area lapak tersebut.


"Kalau memang di lokasi itu terdapat limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang tidak dikelola sesuai prosedur, tentu kami khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan anak-anak. Bau yang tercium terkadang sampai masuk ke ruang kelas," ujarnya, Rabu (15/7/2026) lalu.


Keluhan serupa disampaikan salah seorang wali murid. Ia mengaku beberapa anak pernah mengeluhkan pusing, mual, hingga sesak napas ketika bau menyengat muncul saat kegiatan belajar berlangsung.


"Kalau angin bertiup ke arah sekolah, baunya sangat menyengat. Kami berharap pemerintah memastikan apakah aktivitas di lokasi tersebut aman atau tidak bagi lingkungan sekolah," katanya.


Berdasarkan pantauan di lokasi, tampak tumpukan drum dan material lain berada di dalam area lapak yang dari luar sebagian tertutup tumpukan palet kayu. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai jenis material yang disimpan maupun status perizinan usaha tersebut.


Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak yang disebut sebagai pemilik lapak, H. Maryono. Pada Kamis (16/7/2026), yang bersangkutan tidak berada di kantornya.


Keesokan harinya, Jumat (17/7/2026), wartawan kembali berupaya menghubungi H. Maryono melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, namun panggilan tidak dijawab.


Melalui pesan WhatsApp, H. Maryono membenarkan bahwa lapak tersebut merupakan miliknya bersama anaknya.


"Iya, punya saya sama anak saya," tulisnya singkat.


Saat dimintai penjelasan lebih lanjut terkait aktivitas di lokasi tersebut, H. Maryono meminta agar wartawan menghubungi anaknya, Gunawan yang juga seorang wartawan.


Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pendidikan, serta aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan terhadap aktivitas di lokasi tersebut. Mereka meminta pemerintah memastikan ada atau tidaknya pelanggaran, termasuk terkait aspek perizinan dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kesehatan peserta didik.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang maupun instansi terkait mengenai dugaan aktivitas pengelolaan limbah di lokasi tersebut.