memperingati 81 tahun Proklamasi Kemerdekaan yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945

Table of Contents




Serang .KBN.COM-Senen, 17 Agustus 2026, bangsa Indonesia memperingati 81 tahun Proklamasi Kemerdekaan yang dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur. Hari itu menjadi penanda bahwa bangsa ini telah terlepas dari belenggu penjajahan Barat dan Timur.


Namun kemerdekaan tersebut tidak serta-merta diterima. Datangnya pasukan NICA dari Barat yang menolak kemerdekaan Indonesia memicu perlawanan panjang. Berkat rahmat Allah SWT, para santri, ulama, dan laskar rakyat bangkit dengan semangat jihad: _"Hidup mulia atau mati syahid, Merdeka atau mati."_


Setelah lebih dari tiga tahun perjuangan dan pengorbanan jiwa, kedaulatan Indonesia akhirnya diakui secara utuh melalui Konferensi Meja Bundar. Sejak saat itu, bangsa ini memasuki era kemandirian untuk mengelola negara kepulauan terbesar di dunia, dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan berbangsa dan bernegara.


Dalam perjalanan 81 tahun, kita telah melewati tiga fase pemerintahan: Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi. Namun hingga kini, cita-cita luhur para pendiri bangsa untuk menjalankan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen masih menjadi pekerjaan rumah bersama.


Di tengah tarikan antara pesimisme dan optimisme, harapan tetap kita gantungkan. Semoga NKRI tetap kokoh dan merdeka selamanya. Semoga lahir pemimpin yang amanah, yang mampu mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 dengan sebaik-baiknya.


Untuk itu, kami mengajak para wakil rakyat di pusat dan daerah untuk mengembalikan UUD 1945 pada naskah aslinya sebagaimana dirumuskan para pendiri bangsa. Ini adalah bentuk penghormatan tertinggi atas pengorbanan harta, tenaga, bahkan nyawa para pahlawan.


Jangan sampai kita menjadi generasi yang melupakan sejarah. Mari kita menjadi anak bangsa yang tahu berterima kasih, dan menolak segala bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.merdeka bersatu maju


(Pin)