MERAYAKAN HUT KE-81 RI, PAGAR PALMERAH BAGIKAN KANTONG SAMPAH: KAWASAN STASIUN PALMERAH DAN DPR RI HARUS TETAP BERSIH DAN TERTATA
Palmerah, kilasbantennews.com 13 Agustus 2026 — Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Paguyuban Pedagang Asongan dan Pedagang Kaki Lima (PAGAR) Palmerah–Gelora, pada hari Kamis, 13 Agustus 2026, melaksanakan kegiatan pembagian kantong sampah kepada para pedagang di sepanjang kawasan Stasiun Palmerah hingga lingkungan Gedung DPR RI. Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat kemerdekaan yang tidak hanya merayakan kebebasan bangsa, tetapi juga kebebasan dari lingkungan yang kotor dan tidak tertata.
Pembagian kantong sampah ini diberikan secara langsung oleh Ahmad Jayani, selaku Penanggung Jawab PAGAR Palmerah–Gelora, dan diserahkan secara simbolis kepada para Koordinator Pedagang yang telah ditunjuk di masing-masing wilayah, yaitu:
1. Koordinator Jl. Gatot Subroto (Gerbang Utama DPR RI) — Mas Dwi
2. Koordinator Jl. Palmerah Timur (Depan Manggala Wana Bhakti) — Bapak Mukri alias Muhidin, diwakili Ibu Sutiyem
3. Koordinator Jl. Palmerah Timur (Shelter Ojol Palmerah, Pintu Timur DPR RI) — Ibu Yuyu Komalasari
4. Koordinator Jl. Palmerah Timur (Gerbang Belakang DPR/MPR RI — Stasiun Palmerah) — Bapak Yusri
5. Koordinator Jl. Gelora (Gerbang Pancasila DPR/MPR RI — Kantor Kelurahan Gelora) — Bapak Haryono
6. Koordinator Jl. Gerbang Pemuda (Kemenpora–TVRI) — Bapak Dedeng, diwakili Ibu Rini Herawati alias Ibu Unun
Ahmad Jayani menyampaikan, pembagian kantong sampah ini bertujuan agar lingkungan sekitar Stasiun Palmerah dan kawasan DPR RI senantiasa terjaga kebersihannya, tampil indah, dan tertata rapi. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat memupuk semangat dan kepedulian para pedagang untuk ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka beraktivitas dan mencari nafkah setiap hari.
"Di momen kemerdekaan ke-81 ini, kami ingin membuktikan bahwa pedagang informal pun punya kepedulian tinggi terhadap lingkungan bersama. Kami menjaga kawasan ini tetap bersih, tertata, dan bermartabat. Sebaliknya, kami juga berharap agar Negara benar-benar hadir memperhatikan kesejahteraan kami para pedagang informal, pedagang asongan, dan pedagang kaki lima. Kami juga bagian dari bangsa ini, berkontribusi setiap hari, dan patut mendapatkan perhatian, perlindungan, dan kepastian berusaha yang layak." — ujar Ahmad Jayani.
Semangat kemerdekaan, lanjutnya, bukan hanya tentang merayakan kemerdekaan dari penjajahan puluhan tahun lalu, melainkan juga berjuang bersama agar seluruh rakyat Indonesia, termasuk para pedagang kecil di kawasan ini, turut merasakan kemerdekaan dari kemiskinan, ketidakpastian tempat berdagang, dan ketidakpedulian terhadap nasib mereka.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar semangat kebersamaan dan kepedulian lingkungan terus dijaga, serta sinergi antara para pedagang, paguyuban, dan pihak terkait semakin erat demi terciptanya kawasan yang bersih, nyaman, dan sejahtera bersama.
