Dinkes Kota Serang Catat Penurunan Kasus ISPA dan Penyakit Kulit di Tengah Aktivitas Erupsi Anak Krakatau
Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, H. Ahmad Hasanuddin, MM.Kes., mengatakan terdapat sejumlah penyakit yang menjadi perhatian dalam pemantauan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kualitas lingkungan dan paparan partikel di udara.
Beberapa penyakit yang dipantau antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dermatitis atau penyakit kulit, serta gangguan maupun infeksi pada mata.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Kota Serang dari 16 puskesmas untuk periode 9–12 September 2026, kasus ISPA menunjukkan tren penurunan.
Pada 9 September tercatat sebanyak 313 kasus. Angka tersebut turun menjadi 265 kasus pada 10 September, kemudian 226 kasus pada 11 September, dan kembali menurun menjadi 81 kasus pada 12 September.
Tren serupa juga terlihat pada kasus dermatitis. Pada 9 September tercatat 38 kasus, kemudian 36 kasus pada 10 September, 31 kasus pada 11 September, dan turun menjadi 11 kasus pada 12 September.
Sementara itu, kasus gangguan atau penyakit mata tercatat sebanyak 14 kasus pada 9 September. Jumlah tersebut meningkat menjadi 23 kasus pada 10 September, sebelum kembali turun menjadi 13 kasus pada 11 September dan 4 kasus pada 12 September.
Melihat kondisi tersebut, Dinkes Kota Serang mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan, salah satunya dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada kelompok masyarakat yang memiliki penyakit kronis, khususnya mereka yang mempunyai gangguan pada saluran pernapasan.
“Yang memiliki penyakit kronis, khususnya gangguan pernapasan,” menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kondisi kualitas udara yang berpotensi terpengaruh debu atau partikel di lingkungan.
Selain penggunaan masker, masyarakat juga diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah mengenai perkembangan kondisi lingkungan dan kesehatan.
Dinkes Kota Serang memastikan pemantauan dan surveilans kesehatan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kasus di masyarakat serta sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan kasus.
Meski data menunjukkan adanya penurunan kasus pada 12 September 2026, masyarakat tetap diimbau tidak lengah dan terus menerapkan protokol perlindungan diri, terutama saat berada di luar ruangan.
Dinkes menegaskan bahwa data tersebut merupakan hasil pemantauan kasus dari 16 puskesmas se-Kota Serang selama periode 9–12 September 2026. Data itu menggambarkan perkembangan kasus yang dipantau oleh Dinkes, namun tidak secara otomatis membuktikan bahwa seluruh kasus tersebut disebabkan langsung oleh aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, menjaga kesehatan, serta mengandalkan informasi resmi dari instansi terkait untuk mengetahui perkembangan kondisi terkini. (Tim-Red)
