PERIFIKASI KASUS DUGAAN PELECEHAN

Table of Contents


 


SERANG, kbn.com 24 September 2026 — 

 

Terkait pemberitaan dugaan pelecehan yang dialami pekerja berinisial MI di tempat usaha angkringan, Wahid memberikan keterangan lengkap kepada awak media.

 

Berdasarkan pemberitaan yang beredar, peristiwa diduga terjadi pada Jumat, 18 September 2026. Korban mengaku setelah membereskan angkringan, diberi obat yang dikatakan sebagai vitamin oleh pemilik usaha berinisial AG. Setelah meminumnya, merasa sangat mengantuk dan tertidur. Saat terbangun, mendapati rekan kerjanya berinisial WD berada di ruangan tersebut dengan pakaiannya dalam keadaan berantakan. Keesokan harinya, Sabtu 19 September 2026, WD diduga kembali memeluk korban secara paksa. Korban kemudian pergi ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan visum dan melaporkan hal ini kepada pihak yang berwajib.

 

Saat dikonfirmasi, WD menyatakan obat itu berasal dari AG, bukan dari dirinya. Ia mengakui sempat memeluk korban, namun membantah terjadi hal lebih lanjut.

 

Wahid menerangkan 

 

- Tutup angkringan pukul 03.00–04.00 dini hari. Malam itu beres sekitar pukul 04.30, lalu tidur. Bangun pukul 09.00 pagi, beraktivitas biasa — tidak ada kejadian aneh.

- Korban berstatus janda, sudah talak tiga. Hubungan dengan WD sudah terjalin, keluarga juga sudah tahu.

- Obat bukan diberikan saat tutup usaha dini hari, melainkan siang pukul 14.00–15.00 saat menyiapkan dagangan. Diberikan AG kepada semua pekerja — 1 butir penambah darah, 1 butir vitamin — karena sering begadang. Terbuka, tanpa paksaan, diterima sukarela.

- Waktu kejadian yang disebutkan berbeda dengan fakta di lapangan.


 

AG dan Wahid menyampaikan bahwa semua pihak yang namanya disebut berhak menyampaikan hak jawab atau klarifikasi, dan akan dimuat sebagaimana adanya.

 

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan hal-hal yang belum pasti. Kami akan terus memantau dan menyajikan informasi (red)