Tradisi Maulid Nabi di Lingkungan Sempu Seroja Rw 15 kelurahan cipare kota serang Tetap Lestari di Tengah Kota MetropolitanTradisi Maulid Nabi di sempu serojaTetap Lestari di Tengah Kota Metropolitan

Table of Contents


 

Kilas Bantennews.com.. Serang,4 September 2026 Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW tetap hidup di tengah perkembangan Kota serang sebagai kota metropolitan.


Masyarakat Sempu seroja Rw 15 kelurahan cipare terus merawat tradisi keagamaan tersebut melalui kegiatan Jam’iyah Majelis Taklim Masjid Miftahul Jannah


 warga sempu seroja Rw 15 menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada jumat, 4 September 2026.

Para jamaah dari lingkungan Rw 15 sekitar mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh khidmat dan antusias.

di hadiri pula santriwan santriwati ponpes Qurro Walhuffadz Al Mushofa pimpinan KH.Muflih Ma mun dan H.Wahyudin,serta santriwan santriwati Ponpes Nurul Huda Bani Hasan Pimpinan H.Sopan Hasan



Sebelum acara di mulai warga sempu seroja di sajikan ibu ibu Qosidah Al Hasanah di lingkungan sempu seroja Rw 15,dalam acara Maulid Nabi Muhamad saw di hadiri segenap instansi pemerintah kelurahan cipare Zaky Mubarok,kasepuhan dari tingkat Rt 01 sampai 05,

dalam memperingati Maulid Nabi muhamad saw bertemakan " Meneladani Rosulullah saw,santun dalam lisan,bijak dalam sikap dan teguh dalam iman "


Rangkaian acara Maulid Nabi Muhamad saw sambutan ketua panitia ustad Saepudin,kepengurusan DKM Masjid Miftahul Jannhmah H.Tona Wahdudin,ketua Rw bapa Adai,lurah Cipare Zaki Mubarok



Perkembangan kawasan terus terlihat melalui pertumbuhan hunian, peningkatan jumlah penduduk, serta perubahan pola kehidupan masyarakat yang semakin modern.

Meski menghadapi perubahan tersebut, warga sempu seroja rw 15 tetap menjaga nilai-nilai religius dan kearifan lokal.


Tradisi Maulidan menjadi salah satu kegiatan yang terus mereka laksanakan secara rutin setiap tahun.

Suasana peringatan semakin khidmat ketika Hadroh Badrun Nada Asmaul Husna melantunkan shalawat.

Alunan hadroh tersebut mengiringi rangkaian acara sekaligus membangun suasana religius di tengah para jamaah.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan KH.Abdul Salam,S.Sos sebagai penceramah.


Dalam tausiyahnya, ia mengupas Maulid nabi Muhamad sawa tentang perintah Allah SWT kepada orang-orang beriman untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW.menjelaskan bahwa ayat tersebut menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad SAW.


Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, kemudian Allah memerintahkan umat Islam untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada beliau.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid Nabi karena jamaah tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah,


tetapi juga memperkuat kecintaan kepada beliau dan berupaya meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep tersebut menciptakan suasana yang tertib, akrab, dan penuh kekeluargaan.


Para jamaah memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kebersamaan antar warga.

Kegiatan keagamaan itu pun menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga hubungan sosial di tengah kehidupan perkotaan yang terus berkembang.


Secara historis,Sempu seroja memiliki perjalanan panjang dan kehidupan keagamaan yang kuat. Keberadaan masjid tua di kawasan tersebut turut menjadi bagian dari jejak sejarah religius masyarakat setempat.


Tradisi Maulidan yang berlangsung di lingkungan Masjid Miftahul Jannah kemudian menjadi salah satu bentuk nyata masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya keagamaan.


Para jamaah menjaga tradisi tersebut agar tetap dikenal dan dilaksanakan oleh generasi berikutnya.

Bagi masyarakat setempat, Maulidan tidak sekadar menjadi agenda tahunan.


Mereka menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat keimanan, meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, membaca shalawat, serta mempererat persaudaraan.


Tradisi yang terus berlangsung di sempu seroja menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus menghapus kearifan lokal.


Di tengah padatnya aktivitas dan perkembangan teknologi digital, masyarakat tetap mampu menjaga tradisi religius yang telah tumbuh dan mengakar dalam kehidupan mereka.


Konsistensi jamaah dalam menggelar Maulid Nabi setiap tahun menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan Kota Serang provinsi banten sebagai metropolitan


Redaksi ( Tim/KF )