POHON BESAR TUTUP DRAINASE SMA 1 RANGKASBITUNG — PUPR & DLH BERKOORDINASI UNTUK PENEBANGAN
Table of Contents
POHON BESAR TUTUP DRAINASE SMA 1 RANGKASBITUNG — PUPR & DLH BERKOORDINASI UNTUK PENEBANGAN
RANGKASBITUNG, kilasbantennews.com 18 Oktober 2026 — Sebuah pohon berukuran besar yang tumbuh tepat di atas saluran drainase depan SMA Negeri 1 Rangkasbitung, di Jalan Hardiwinangun, dilaporkan menjadi penyebab utama terjadinya genangan dan banjir di kawasan tersebut. Akar pohon yang melebar luas menutup hampir seluruh penampang saluran air, sehingga menyumbat aliran pembuangan setiap kali hujan deras turun.
Warga sekitar dan pengguna jalan kerap mengeluhkan kondisi ini. Saat hujan dengan intensitas tinggi, air langsung meluap ke jalan raya karena sistem drainase tidak berfungsi optimal terhambat oleh akar pohon.
"Pohonnya memang sangat besar dan kokoh, tapi akarnya masuk ke dalam got dan menyumbat total aliran air. Akibatnya, air tidak bisa mengalir dan langsung meluap ke jalan depan sekolah," ujar salah seorang warga di lokasi.
Warga dan pihak sekolah berharap instansi terkait segera bertindak. Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bapak H. Irfan Suyatupika, S.T., M.T. dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bapak H. Dade Yan Apriyadi, S.S.T., M.Si., warga meminta penataan ulang akar pohon serta normalisasi drainase segera dilakukan agar tidak lagi mengganggu aktivitas belajar dan aktivitas warga.
Merespons keluhan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak segera bergerak. Pihak PUPR kini tengah berkoordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak untuk melakukan penebangan pohon tersebut.
Keputusan ini diambil setelah hasil evaluasi lapangan membuktikan bahwa struktur akar pohon tua tersebut telah merusak dan menyumbat total penampang saluran air. Mengingat kewenangan pengelolaan pohon berada di bawah DLH, kerja sama antar kedua dinas diperlukan agar penebangan berjalan aman dan tidak merusak fasilitas publik lainnya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak LH untuk segera memotong pohon tersebut. Akar-akarnya memang sudah menutup jalannya air di dalam drainase, sehingga menjadi penyebab utama banjir di depan sekolah saat hujan deras," ungkap perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Lebak.
Rencana penebangan ini disambut baik oleh warga, pengguna jalan, dan pihak sekolah. Harapan mereka sederhana: proses ini segera terealisasi, saluran air kembali lancar, dan kawasan SMA Negeri 1 Rangkasbitung bebas dari ancaman banjir saat musim hujan tiba.
(Satiman — Biro Lebak)
