HUT ke-500 Kabupaten Serang Disorot, FMBS: Jangan Bungkam Kritik Lewat Seleksi Undangan

Table of Contents




SERANG . kilasbantennews.com 7 Oktober 2026 Kegiatan saresehan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500 mendapat sorotan dari Forum Mahasiswa Bergerak Serentak (FMBS)  Forum yang semestinya menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat itu dipertanyakan lantaran adanya dugaan tebang pilih dalam menentukan peserta yang diundang.


Mufariz dari FMBS menyoroti keterlibatan segelintir kelompok dalam kegiatan tersebut. Ia juga mempertanyakan peran Kesbangpol Kabupaten Serang dalam proses pelibatan peserta.


“Kalau ini benar-benar saresehan untuk masyarakat, mengapa tidak semua elemen masyarakat diberikan ruang yang sama? Jangan sampai kelompok yang kritis justru tidak diundang karena dianggap tidak sejalan dengan pemerintah,” ujar Mufariz.


Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kontrol sosial dan tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman.


“Jangan bungkam kritik lewat seleksi undangan. Pemerintah justru harus berani membuka ruang bagi kelompok yang kritis. Kalau hanya mau mendengar suara yang sejalan, lalu di mana ruang demokrasinya?” tegasnya.


Mufariz meminta Kesbangpol Kabupaten Serang menjelaskan secara terbuka kriteria, mekanisme, serta dasar penentuan organisasi dan elemen masyarakat yang diundang dalam kegiatan saresehan tersebut.


Mufariz menegaskan, Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500 merupakan momentum seluruh masyarakat, sehingga ruang dialog tidak boleh hanya diberikan kepada kelompok tertentu.


“Jangan sampai saresehan hanya menjadi panggung pencitraan. Kabupaten Serang membutuhkan ruang dialog yang terbuka, termasuk bagi suara-suara kritis yang mungkin tidak enak didengar pemerintah,” pungkasnya. (Red)