Mahasiswa Unpam Serang Bekali Siswa SMK Babunnajah Keterampilan Buat PPT Otomatis dengan AI dan Literasi Keamanan Data Pribadi

Table of Contents




PANDEGLANG . kilasbantennews.com – Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi S-1 Universitas Pamulang (Unpam) Kampus Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Babunnajah, Jalan Raya Labuan KM 12, Cimedang, Menes, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 15 September 2026. Mengusung tema pelatihan pembuatan presentasi (PPT) otomatis serta literasi keamanan data pribadi dalam penggunaan Artificial Intelligence (AI), kegiatan ini diikuti 29 siswa kelas XII.


Kegiatan dilatarbelakangi pesatnya perkembangan AI yang memudahkan siswa mencari ide, menyusun materi, hingga membuat bahan presentasi. Namun, kemudahan itu perlu diimbangi kesadaran akan keamanan data pribadi. Banyak siswa belum menyadari bahwa data percakapan, dokumen tugas, hingga informasi sensitif yang dimasukkan ke platform AI berpotensi tersimpan dan disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kegiatan dikemas secara edukatif dan partisipatif melalui penyampaian materi, demonstrasi langsung, tanya jawab, dan kuis interaktif berhadiah.

Daftar Mahasiswa Sistem Informasi Unpam Serang yang PKM

Kegiatan ini dilaksanakan Silvi Nurhayati sebagai ketua pelaksana, bersama Delvana Azzahra, Irfan Indallah Hadi, Lutfiana Putri Amalia, Muhamad Albar Kamil, dan Siti Nursyifa Rahmawati sebagai anggota pengabdi, dengan pendampingan Dosen Pembimbing Angga Pramadjaya, S.Kom., M.M., M.Kom.


Acara dimulai pukul 10.30 WIB dengan sambutan Ketua Pelaksana. Silvi menyampaikan rasa bangga dan haru karena dapat kembali mengabdi ke almamaternya. Ia diketahui merupakan alumni SMK Babunnajah jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), sehingga kegiatan ini menjadi momen pulang kampung yang penuh makna baginya.


“Di era digital ini, AI bisa membuat PPT dalam hitungan menit. Tapi kami ingin adik-adik tidak hanya jago memakai teknologinya, tetapi juga paham cara memakainya secara aman dan bertanggung jawab. Prinsipnya adalah think before you share, saring dulu apa yang mau kita masukkan ke AI,” ujar Silvi di hadapan peserta.


Sambutan berikutnya disampaikan perwakilan sekolah, Ahmad Fatoni. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengingatkan agar pelajar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa gagap teknologi, sambil tetap mewaspadai sisi negatifnya. “Anak-anak harus bisa memilah, mana yang baik untuk diambil dan mana yang buruk untuk ditinggalkan. Teknologi itu seperti pisau bermata dua,” tegasnya.


Memasuki sesi inti, Siti Nursyifa memperkenalkan konsep dasar AI dan mendemonstrasikan platform Gamma, mulai dari menentukan topik, menuliskan perintah (prompt), memilih tema desain, hingga PPT jadi yang siap dipresentasikan. Siswa diingatkan bahwa hasil buatan AI tetap harus diperiksa dan disesuaikan, karena AI adalah alat bantu belajar, bukan pengganti proses berpikir.


Sesi kedua dibawakan Silvi dengan materi literasi keamanan data pribadi. Siswa mempelajari klasifikasi data menurut UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, yakni data umum seperti nama dan jenis kelamin, serta data spesifik seperti data kesehatan, biometrik, data anak, dan data keuangan. Mereka diajak menerapkan empat langkah aman: tidak sembarangan memasukkan data sensitif ke layanan AI, memeriksa kebijakan privasi platform, menerapkan prinsip think before you share, dan memeriksa hasil keluaran AI secara kritis.


Suasana semakin hidup pada sesi tanya jawab. Pada sesi Gamma, seorang siswa menanyakan cara menyusun prompt yang baik serta apakah hasilnya dapat disunting kembali di PowerPoint. Pada sesi keamanan data, siswa lain menanyakan data apa saja yang tidak boleh dimasukkan ke AI dan bahaya mengunggah foto KTP. Kedua pertanyaan itu dijawab tuntas oleh masing-masing pemateri dengan bahasa yang mudah dipahami.

Kegiatan ditutup dengan kuis interaktif berhadiah bagi peserta yang aktif, dilanjutkan pengenalan Unpam Kampus Serang, khususnya Program Studi Sistem Informasi, mulai dari gambaran perkuliahan, fasilitas kampus, dan pilihan waktu kuliah hingga media sosial resmi sebagai sumber informasi lanjutan.

Berdasarkan evaluasi tim melalui observasi, diskusi, dan kuis, kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias. Pemahaman siswa tentang pemanfaatan AI, keamanan data pribadi, dan penggunaan AI secara bijak dinilai telah tercapai. Untuk kegiatan berikutnya, tim merekomendasikan sesi praktik langsung serta pre-test dan post-test agar pemahaman siswa dapat diukur lebih terstruktur. Pihak sekolah juga diharapkan terus mendukung edukasi literasi digital secara berkelanjutan.


Melalui kegiatan ini, siswa SMK Babunnajah diharapkan mampu memanfaatkan AI secara kreatif, kritis, aman, dan bertanggung jawab untuk mendukung pembelajaran, sekaligus menjadi generasi muda yang cerdas menjaga keamanan data pribadi di era digital. Kegiatan ini juga menjadi wadah mahasiswa menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. (Si)