MIRIS! Plafon Hanya Kayu, Atap Bocor, Anak Anak dan Ibu-Ibu Pengajian Rutin mengaji Seminggu Sekali di Rumah Janda Lansia Tak Bekerja - Aktivis Andi Coton Minta Perkim & Walikota Serang Bedah Rumah Ibu Jumenah di Pamupukan
Kota Serang Banten: kilasbantennews.com_ Potret kemiskinan dan rumah tidak layak huni (RTLH) masih ditemukan di tengah Kota Serang. Salah satunya adalah rumah milik Ibu Jumenah di Kampung Pamupukan RT 03/01, Link. Pamupukan, Kelurahan Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten.
Dari hasil kunjungan langsung Aktivis Sosial Independen Andi Coton pada hari ini, kondisi bangunan sangat miris dan memprihatinkan. Plafon rumah hanya kayu saja, sudah lapuk dan tidak layak, atap kalau hujan bocor, banyak berlubang sehingga cahaya matahari tembus ke dalam rumah. Jika hujan, air dipastikan masuk ke dalam rumah.
Ironisnya, di tengah kondisi yang tidak layak tersebut, rumah Ibu Jumenah justru menjadi pusat kegiatan keagamaan warga. Setiap seminggu sekali, rumah tersebut digunakan untuk kegiatan mengaji rutin anak-anak dan pengajian ibu-ibu warga Link. Pamupukan.
Kegiatan mulia untuk mendidik akhlak, adab, dan ibadah itu terpaksa dilakukan di atas tempat tidur dan lesehan karena tidak ada ruang yang layak.
Saat ditanya, Ibu Jumenah mengaku sehari-harinya tidak bekerja, beliau adalah seorang janda lansia. Adapun yang mengajar mengaji adalah Ustadz Jumbri, yang hanya meminjam tempat di rumah Ibu Jumenah untuk warga Link. Pamupukan belajar mengaji.
"Harapannya tempatnya pengen dibagusin supaya jumlah murid mengaji biar nyaman dan banyak yang mau mengaji," ujar Ibu Jumenah dengan penuh harap.
Menanggapi hal itu, Andi Coton sangat menyayangkan di Kota Serang sebagai Ibu Kota Provinsi masih ada rumah tidak layak huni seperti ini.
"Apalagi rumah Ibu Jumenah ini dipakai untuk kegiatan mengaji anak-anak dan ibu-ibu. Ini kegiatan agama, mendidik moral generasi. Ibu Jumenah ini janda lansia, tidak bekerja, tapi rumahnya ikhlas dipakai untuk majelis. Seharusnya mendapat perhatian khusus," ujar Andi Coton di lokasi, Minggu (11/10/2026).
Andi Coton mendesak Pemerintah Kota Serang, khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PERKIM), aspirasi dewan, dan Bapak Walikota Serang untuk segera turun langsung melakukan survey dan memberikan bantuan program Bedah Rumah / RTLH.
"Kami mohon kepada Pak Walikota Serang untuk berkenan membantu bedah rumah Ibu Jumenah. Kasihan beliau janda lansia dan kasihan anak-anak serta ibu-ibu yang mengaji kalau hujan bocor. Semoga ada rezeki dan bantuan segera agar makin nyaman dan makin banyak yang datang mengaji," tutup Andi Coton.
( Red: Uum )
