Sekda Kabupaten Serang Respons Aspirasi FAMS, Persoalan Sempadan Sungai Cibanten Didorong untuk Dibahas Lanjutan

Table of Contents



SERANG, kilasbantennews .com 8 Oktober 2026 - Dalam momentum Refleksi Hari Jadi Kabupaten Serang ke-5 Abad yang berlangsung di Caffe Kotak, Kamis (8/10/2026), Sekretaris Forum Aktivis Muda Serang (FAMS), Dansi Marwan, menyoroti persoalan penyempitan dan pengurugan di kawasan sempadan Sungai Cibanten yang dinilai berpotensi meningkatkan risiko banjir dan mengancam keselamatan masyarakat.


Dansi menyampaikan bahwa FAMS telah melakukan peninjauan lapangan bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSC3) serta hasilnya langsung dikirimkan kepada instansi terkait. Namun hingga saat ini, pihaknya menilai belum mendapatkan penjelasan dan transparansi yang memadai dari Dinas PUPR Kabupaten Serang.


“Kami menegaskan bahwa persoalan ini bukan semata-mata tentang kepemilikan lahan, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat, perlindungan aliran sungai, dan pencegahan banjir. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi berdasarkan kajian teknis dan kewenangan yang berlaku,” tegas Dansi.


Menanggapi aspirasi tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Serang, Zaldi, menyampaikan perlunya forum lanjutan untuk membahas persoalan terkait kepemilikan tanah. Menanggapi hal itu, FAMS menegaskan bahwa aspek keselamatan publik dan dampak penyempitan sungai harus menjadi perhatian utama.


Dansi juga meminta pemerintah memanfaatkan musim kemarau untuk mengevaluasi kondisi sempadan dan melakukan pembenahan aliran sungai sesuai hasil kajian teknis sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan.


“Jangan tunggu banjir datang dan korban berjatuhan baru bertindak. Kami siap berdialog bersama Sekda, DPUPR Kabupaten Serang, dan BBWSC3 agar persoalan ini segera dibahas secara terbuka, transparan, dan berdasarkan data serta kajian teknis,” tambahnya.


FAMS berharap Pemerintah Kabupaten Serang dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan lapangan, memperkuat koordinasi, serta menyampaikan kejelasan tindak lanjut kepada masyarakat.

(Red)


Momentum lima abad Kabupaten Serang harus menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya tentang kemajuan daerah, tetapi juga tentang komitmen melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan.


“Pencegahan harus dimulai sekarang. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” tutup Dansi Marwan.