SMPN 1 BAROS: Baja Ringan Diragukan Sesuai Spesifikasi, Diduga Salah Gunakan Wewenang, Kepala Sekolah Bungkam

Table of Contents


 


SERANG, Rabu 7 Oktober 2026 — kilasbantennews.com

 

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 1 Baros yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan total dana Rp2.646.575.000 menuai sorotan. Pelaksanaan pekerjaan yang ditargetkan selesai dalam 90 hari kalender (14 September – 13 Desember 2026) diduga mengandung sejumlah ketidakberesan.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemilihan material baja ringan menjadi titik tanda tanya besar. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada 25 September 2026, pemilik toko pemasok baja ringan menyebutkan ketebalan dan tipe yang digunakan 0,75 ISO 9001, serta menyebutkan bahwa kontraktor atas nama Gilang yang akan menghubungi langsung.

 

Namun, ketika awak media meminta profil perusahaan pemasok serta nomor telepon Gilang — yang diketahui bertindak sebagai kontraktor sekaligus konsultan — pemilik toko enggan memberikan keduanya.

 

Sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan dugaan praktik yang terulang dari tahun-tahun sebelumnya.

 

"Biasanya seperti tahun-tahun sebelumnya, sekitar 25 persen disetorkan ke Dinas Pendidikan, langsung oleh Kepala Sekolah," ungkap sumber tersebut.

 

Upaya konfirmasi kepada Adang Sutarman, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMPN 1 Baros, melalui nomor telepon yang tertera telah dilakukan berkali-kali, namun hingga saat ini tidak ada jawaban.

 

Pihak terkait berharap instansi berwenang segera menindaklanjuti dugaan penyimpangan ini, mengingat dana yang digunakan berasal dari APBN dan ditujukan untuk kemaslahatan pendidikan. Masyarakat pun meminta agar pekerjaan diperiksa secara transparan, mulai dari kesesuaian spesifikasi material hingga pengawasan pelaksanaan di lapangan.


Sumber wartapos


(Tim-Red)